Teknik Sipil Untuk Masyarakat

 

Seperti kita pahami bersama, manusia adalah mahluk sosial yang pasti membutuhkan interaksi dengan manusia diskitarnya. Manusia bukanlah mahluk yang dapat bertahan hidu sendirian, baik secara psikis maupun fisik. Manusia dalam fitrahnya sellau mempunyai kencenderungan untuk bermasyarakat. Untuk dapat bermasyarakat dengan baik salah satu syarat penting yang harus dipenuhi adalah mengenali diri kamu sendiri. Mengenali segala potensi dan kekurangan yang ada pada diri untuk mengambil sikap yang tepat ketika berinteraksi dengan masyarakat.

Nah mengapa saya memulai tulisan ini dengan mengulas masyarakat? Karena saya meyakini teknik sipil tidak pernah lepas dari kehidupan masyarakat. Karena itu, sesuai dengan penjelasan diatas, seorang engineer teknik sipil haruslah mengenali dirinya sendiri untuk dapat berbakti kepada masyarakatnya. Seorang engineer teknik sipil haruslah mengenali potensi, serta kerugian-kerugian yang mungkin timbul di masyarakat ketika kita malaksanakan profesi kita.

Tugas kita sebagai tekik sipil hanya satu, membangun infrastruktur berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. Mengapa infrastruktur ini begitu penting bagi kehidupan masyarakat? paradigma pertama yang harus kita sadari bahwa semua jenis infrastruktur adalah derived needs (kebutuhan turunan), bukan merupakan kebutuhan utama. Sebagai contoh : misalnya ada orang sakit yang membuthkan pertolongan segera, sebetulnya yang sangat ia butuhkan adalah dokter (prime needs), tetapi untuk mencapai rumah sakit dengan cepat dan nyaman, infrastukur transportasi yang memadai mutlak diperlukan. Contoh kedua : ada sebuah perusaaan yang membutuhkan sebuah tempat untuk menjadi kantornya. Sebetulnya, sebidang lapangan pun cukup untuk menjadi kantor dari perusahaan tersebut, tetapi jarena tunutan kenyamanan keindahan dan fungsi-fungsi lainya, maka infrastruktur kantor pun diperlukan.

Paradigma kedua yang harus kita pahami bahwa infrasturktur terjepit antara natural environment (kondisi alam) dengan economic system (sistem ekonomi). Pembangunan infrastruktur haruslah mempertimbangkan keberlanjutan alam ini, serta visible secara ekonomi. Pembangunan yang merusak alam, justru merusak hakikat ilmu teknik sipil sendiri yang bertujuan untuk kebaikan masyarakat, sementara pembangunan yang terlalu boros justru akan merusak tatanan ekonomi masyarakat.

Untuk memenuhi kriteria-kriteria diatas, ada rujukan profil ideal untuk seorang sarjana teknik sipil. Seorang sarjana teknik sipil haruslah :

 

1. Sehat. Sehat sangat penting dalam pekerjaan seorang sarja teknik sipil. Hal ini disebabkan lingkungan pekerjaannya yang sebagian besar dihabiskan di lapangan. Baik sebagai konsultan, kontraktor maupun pengawas.

2. Seorang sarjana teknik sipil haruslah cerdas. Disini digunakan kata cerdas, bukan briliant atau jenius. Cerdas berarti pintar melihat situasi dan mampu mengendalikannya untuk mencapai tujuan. Seringkali dalam pembangunan proyek kita dihapakan pada segolongan masyararat yang menolak pembangunan infrastrukur disebabkan ketidak mengertian mereka.

3. Jujur. Ya kejujuran merupakan sifat penting yang harus dipunyai seorang sarjana teknik spil. Dimana, keselamatan banyak orang di tentukan oleh desogn yang dibuat olehnya. Infrastrukutur yang dibangun haruslah memenuhi standard yang berlaku, spefikasinya sama sekali tidak boleh dikurangi hanya untuk mngejar keuntungan berlebih.

4. Mampu menyampaikan pendapat. Profesi teknik sipil adalah profesi yang tidak bisa berdiri sendiri. Dalam pengerjaan sebuah infrastruktur yang terpadu, seorang sarjana teknik sipil harus bekerja sama dengan disiplin ilmu lain seperti arsitektur, teknik lingkungan, teknik mesin, ekonomi dan lain-lain. Kemampuan menyampaikan pendapat memegang peranan penting dalam hal ini.

Sementara itu, dalam keprofesian teknik sipil, diperlukan kompetensi mendasar yaitu : penguasaan basic civil engineering seperti statika struktur, mekanika fluida, mekanika tanah, analisis struktur, matematika teknik dan lain-lain. Selain itu, diperlukan pula, semangat dalam berinovasi. Inovasi disini artinya apa yang kita buat semakin menambah daya guna bagi masyarakat. Namun, hal-hal seperti jiwa seni, kemampuan pada hal-hal detail (Hal inilah yang membedakan teknik sipil dengan arsitektur, dimana arsitektur sangat memperhatikan hal-hal detail), kemampuan menghafal, serta bersilat lidah, tidak dibutuhkan seorang insinyur teknik sipil.

Dalam konteks indonesia, keperofesian teknik sipil sangat dibutuhkan. Dengan tantangan geografis yang sedemikan membentang, bisa jadi ahli teknik sipil di Indonesia merupakan ahli tekbik sipil yang mempunyai tantangan terbesar di dunia. Bayangkan, Indoensia terdidir dari beribu-ribu pulau dengan garis pantai terpanjang di Dunia. Bagaimana pola transportasi yang cocok? Berapa pelabuhan yang harus dibangun? Dimana? Infrastruktur penghubung dengan jalannya seperti apa? Hal itulah yang harus dipecahkan para insinyur tekbik sipil di Indonesia. Belum lagi letak Indonesia yang rawan gempa, bangunan yang dibangun tentu harus mempunyai spesifikasi khusus.

Ayo para insinyur dan calon insinyur teknik sipil, Indonesia menanti kontribusimu. Tidak ada msayarakat yang sejahtera tanpa infrastuktur yang memadai. SIPIL IS THE BEST, RIGHT?